Lafadz Niat Sholat Sunah Istikharoh:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ إيستيخاراتي
رَكْعَتَيْنِ لِلّهِ تَعَالىَ
“Ushollii sunatan istikharati rak’aataini
mustaqbilall qiblati adaa-an lillaahi ta’aalaa”
Artinya :
“Aku berniat shalat sunah istikharah dua raka’at menghadap qiblat karena Allah ta’ala.”
Artinya :
“Aku berniat shalat sunah istikharah dua raka’at menghadap qiblat karena Allah ta’ala.”
1. Raka'at pertama membaca surah Al Fatihah,
setelah itu di lanjut dengan Bacaan/surah lain yang anda sudah hafal
2. Gerakan dan bacaan sholat dan rakaat
kedua
3. Di akhiri salam
Doa Setelah Sholat Istiqoroh:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ
بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ
فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ
الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي
دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ
فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ
أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ
قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ
وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي قَالَ وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ
Artinya:
(Ya Allah aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmuMu dan memohon
kemampuan dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon karunia-Mu yang Agung. Karena
Engkau Maha Mampu sedang aku tidak mampu, Engkau Maha Mengetahui sedang aku
tidak mengetahui, Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah
bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, bagi agamaku, kehidupanku
dan kesudahan urusanku ini -atau beliau bersabda: di waktu dekat atau di masa
nanti- maka takdirkanlah buatku dan mudahkanlah kemudian berikanlah berkah
padanya. Namun sebaliknya ya Allah, bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini
buruk untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini -atau
beliau bersabda: di waktu dekat atau di masa nanti- maka jauhkanlah urusan
dariku dan jauhkanlah aku darinya. Dan tetapkanlah buatku urusan yang baik saja
dimanapun adanya kemudian jadikanlah aku ridha dengan ketetapan-Mu itu”. Beliau
bersabda: “Dia sebutkan urusan yang sedang diminta pilihannya itu
