Ruqyah arti bahasanya adalah (bahasa jawanya) suwuk,
jampi jampi,yang mana di lantunkan atau dibacakan pada orang yang sakit, bisa
jadi karena terkena ‘ain, sengatan, sihir, racun, rasa sakit, sedih, gila,
kerasukan, dan lainnya.Ruqyah di kalangan para dukun atau
paranormal dikenal dengan istilah jampi-jampi. Sedangkan ruqiyah yang syar’i
ada ketentuannya sebagaimana disebutkan dalam tulisan berikut. Jika tidak
memenuhi kriteria yang ada maka ruqiyah tersebut tidak jauh dari jampi-jampi
yang dilakukan oleh para dukun.
Sebagaimana dinukil dari Fathul
Majid, Imam As Suyuthi berkata, “Ruqyah itu dibolehkan jika memenuhi tiga
syarat:
1.
Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an atau nama dan sifat
Allah.
2.
Menggunakan bahasa Arab atau kalimat yang mempunyai makna.
3.
Harus yakin bahwa ruqyah dapat berpengaruh dengan izin Allah, bukan
dari zat ruqyah itu sendiri.”
Ada beberapa penyakit yang bersumber dari
Sihir, Jin dan 'Ain dan tidak dapat dideteksi secara medis juga tidak dapat
diobati dengan medis tetapi hanya dapat diobati dengan cara ruqyah.Kenali
gejala atau tanda-tanda penyakit yang disebabkan oleh perbuatan sihir sehingga
anda dapat melakukan antisipasi atau mengobatinya dengan tepat
Landasan Ruqyah Syar’iyyah
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ
لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا
Artinya:
“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang
yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isro : 82)
Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wassallam-
bersabda :
اعْرِضُوا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ
فِيهِ شِرْكٌ
“Bacakan ruqyah-ruqyah kalian kepadaku,
tidak apa-apa dengan ruqyah yang tidak mengandung kesyirikan didalamnya.” (HR.
Muslim)
Tiga cara Ruqyah Nabi :
1.
Nafats.
Nafats yaitu
membaca ayat Al Qur’an atau doa kemudian ditiupkan pada kedua telapak tangan
kemudian diusapkan keseluruh badan pasien yang sakit. Dalam satu riwayat bahwasanya Nabi
Muhammmad SAW apabila beliau sakit maka membaca “Al-muawwidzat” yaitu tiga surat
Al Qur’an yang diawali dengan kata ” A’udzu “ Yaitu : surat An Nas,
Al Falaq dan Al Ikhlas kemudian ditiupkan pada dua telapak
tangannya lalu diusapkan keseluruh badan.
2.
Air
liur yang ditempelkan pada tangan kanannya.
Di
riwayatkan oleh Bukhari-Muslim : Bahwasanya Nabi Muhammad SAW apabila ada
manusia tergores kemudian luka, maka beliau membaca doa kemudian air
liurnya ditempelkan pada tangan kanannya, lalu diusapkan pada luka orang
itu.Inilah doanya.“ALLAHUMMA ROBBINNAS ADZHABILBAS ISYFI ANTASY-SYAFII LAA SYIFA-A
ILLA SYIFA-UKA LAA YUGODIRU SAQOMAN “.
3.
Meletakkan
tangan pada salah satu anggota badan.
Nabi
Muhammad SAW pernah memerintahkan Utsman bin Abil Ash yang sedang sakit dengan
sabdanya: ”
Letakkanlah tanganmu pada anggota badan yang sakit kemudian bacalah “Basmalah
3x dan A’udzu bi-izzatillah waqudrotihi minsyarrima ajidu wa uhajiru 7x”
Muslim meriwayatkan dalam Shahih-Nya bahwa Abu Sa’id Al-Khudri berkata Jibril
datang kepada Rasulullah dan bertanya kepadanya, “Wahai Muhammad apakah engkau
sakit?” Beliau menjawab, “Ya!” Maka Jibril berkata: “Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari setiap
penyakit yang membahayakanmu dan dari kejahatan setiap jiwa yang jahat atau
mata jahat pendengki. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku
meruqyahmu.”
