بسم الله
الرحمن الرحيم
Segala
puji bagi Alloh yang telah memberikan kepada kita berupa Keimanan dan keislaman
serta Sholawat dan salam semoga terlimpah atas junjungan dan panutan kita Nabi
Muhammad SAW., juga atas keluarga dan segenap pengikut setianya sampai hari
akhir nanti.
Buku
ini merupakan jilid pertama dari Kitab Hisab “AS-SYAHRU” yang memuat tentang
sistim perhitungan Awal Bulan Qomariyah adapun keterangan lebih lanjut tentang
kitab ini kami tulis pada lembar risalah kitab halaman berikut..
Awal
bulan Qomariyah adalah hal yang sangat penting untuk diketahui oleh umat Islam,
karena kegiatan ibadah umat Islam banyak yang keabsahannya dibatasi oleh
tanggal dan bulan Qomariyah seperti : Puasa, zakat, Hari Raya, dan hari-hari
besar lainnya, yang kesemuanya hanya diketahui waktunya setelah mengetahui
tanggal dan bulannya, dan penghitungan tanggal tak dapat dilakukan tanpa
mengetahui awalnya. Oleh karenanya penentuan awal bulan mutlak diperlukan.
Penentuan
awal bulan menurut Hisab hasilnya sangat berfariasi, hal ini tergantung pada
sistim dan penggunaan data-data yang dipakai. Dari berbagai sistim yang dipakai
oleh ahli Hisab, sistim yang menggunakan kaedah-kaedah Spherical Trigonometri
lah yang tidak diragukan lagi kebenarannya, seperti : Ephymeris, Nautika,
Newcomb dan lain-lain, namun sistim ini juga mempunyai kelemahan yaitu
datanya sulit diperoleh dan juga masih tergantung pada data-data yang dibuat
oleh negara-negara non Muslim, sehingga sedikit banyak masih ada yang meragukan
tentang kebenaran data-data tersebut.
Sedangkan
kitab-kitab hisab sistim Haqiqi Bit-tahqiq yang sudah lama digunakan, walaupun sudah
memakai sistim Spherical Trigonometri namun pengerjaannya masih memakai data-data
yang njlimet dan relatif lebih lama.
Berawal
dari hal di atas kami berusaha keras untuk menggabungkan rumus-rumus yang bisa
dipakai tanpa ketergantungan pada data-data yang sulit dicari, namun hasilnya
bisa dipertanggungjawabkan dan atas pertolongan Alloh SWT. kami berhasil
menggabungkan rumus-rumus hisab, sehingga jika menggunakan sistim ini hasilnya
sebanding dengan sistim Ephymeris atau Nautika, bahkan dengan menggunakan
Program Calculator, pengerjaan sistim ini bisa selesai dalam waktu 1 menit.
Dengan
telah selesainya penyusunan buku ini, kami mengharap kepada segenap pembaca
untuk memberikan saran dan kritik demi lebih sempurnanya buku ini dan yang
terpenting kami memohon kepada Alloh semoga buku ini bermanfaat, sehingga
pertolongan, hidayah dan ridlo-Nya terlimpah pada kita semua.
Blitar, 5
Desember 2002
1 Syawal 1423 H.
( M. UZAL SYAHRUNA )
1
![]() |
2
HISAB AWAL BULAN HIJRIYAH
I. KONVERSI
1.
Terlebih dahulu tanggal,
bulan dan tahun masehi dijadikan bilangan hari semua dengan berdasarkan system
( konsep ) matematik.
a. Bulan dan tahun masehi masing-masing dikurangi satu, misalnya
tanggal 24 November
2003 diubah menjadi 24 bulan Oktober
2002 M. ( tanggal tetap )
b.
Tahun yang sudah diubah
dibagi 4 , hasilnya yang di depan koma dikalikan 1461 dan jika terdapat sisa di
belakang koma, bilangan itu dikalikan 4 lalu dikalikan lagi 365 hari.
c.
Bilangan bulan dan tanggal
dijadikan bilangan hari sesuai dengan umur bulan masehi.
2.
Jumlah hari dikurangi
anggaran Gregorius 13 hari ( berlangsung sampai tahun 2099 ). Bilangan 13 ini
berasal dari 10 hari akibat pembaharuan sistim Gregorius sedangkan yang 3 hari
ialah abad 17, 18, dan 19 yang dalam perhitungan dianggap sebagai tahun panjang
padahal semestinya tahun pendek.
PERSAMAAN ISTILAH
HARI DAN PASARAN
DALAM MEMBACA HASIL PERHITUNGAN
|
H
A R I
|
PASARAN
|
||
|
S
i s a
|
A
r t i
|
S
i s a
|
A
r t i
|
|
1
|
SABTU
|
1
|
KLIWON
|
|
2
|
AHAD
|
2
|
LEGI
|
|
3
|
SENIN
|
3
|
PAING
|
|
4
|
SELASA
|
4
|
PON
|
|
5
|
RABU
|
5
/ 0
|
WAGE
|
|
6
|
KAMIS
|
|
|
|
7
/ 0
|
JUMAT
|
|
|
RUMUS USIA BULAN DALAM SATU TAHUN MASEHI
|
Nama
Bulan
|
JAN
|
FEB
|
MAR
|
APR
|
MEI
|
JUN
|
JUL
|
AGT
|
SEP
|
OKT
|
NOP
|
DES
|
|
Bulan Ke
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
|
Usia Bulan
|
31
|
28/29
|
31
|
30
|
31
|
30
|
31
|
31
|
30
|
31
|
30
|
31
|
|
Kabisat ♥
|
31
|
60
|
91
|
121
|
152
|
182
|
213
|
244
|
274
|
305
|
335
|
366
|
|
Basitoh ♦
|
31
|
59
|
90
|
120
|
151
|
181
|
212
|
243
|
273
|
304
|
334
|
365
|
Keterangan :
Angka-angka tersebut di atas adalah bilangan
hari.
♥
Kabisat = tahun yang berumur panjang. ♦
Basitoh = tahun yang berumur pendek.
3
Contoh :
Bertepatan Hari dan Pasaran
apakah tanggal 24 November 2003 ?
Uraian
:
Tanggal 24 November 2003 bila diuraikan = 2002 tahun
+ 10 bulan + 24
hari
Langkah Penghitungan :
1. 2002
: 4 = 500,5 = 500 daur
0,5 x 4 = 2 tahun
2. 500 daur
x 1461 = 730500 hari
2 tahun
x 365 = 730 hari
10
bulan ( lihat usia bulan ) = 304 hari
= 731558 hari
Jumlah
hari 24 Nov. 2003 = 731545 hari
3. Mencari nama hari : Jumlah hari 24 Nov. 2003 :
7 = Sisa
731545 : 7 = 104506,4286 ( yang diambil angka di belakang koma saja )
731545 : 7 = 104506,4286 ( yang diambil angka di belakang koma saja )
4. Mencari
nama Pasaran : Jumlah hari 24 Nov. 2003 :
5 = Sisa
731545 : 5 = 146309, __
( bila tidak ada angka di belakang koma, berarti 0 )
Kesimpulan : tanggal 24 November 2003 jatuh pada hari SENIN
WAGE
Bila menggunakan “PROGRAM
KALKULATOR” ikuti langkah berikut :
1. Gunakan Calculator FX 4500 atau yang
sejenisnya
2. Masukkan Rumus di bawah ini ke File
|
J
= ( I - 30 + int (( 275 B ) / 9 - int (( B + 9 ) / 12 ) ( I + int
((
Y - 4 int ( Y / 4 ) + 2 ) / 3 )) + int
(( Y - 1 ) x 365.25 )) - 13 :
H
= Frac ( J / 7 ) x 7 y P = Frac ( J / 5 ) x 5 y
|
3. Kunci : I = Tanggal
B = Bulan
Y = Tahun
H = Hari
P = Pasaran
4. Dengan memasukkan data tanggal, bulan, dan tahun yang kita cari,
maka akan dike-tahui hari dan pasarannya.
Adapun cara
memasukkan rumus ke kalkulator akan dibahas dalam keterangan lebih lanjut
4
II. ECLIPTIC LONGITUDA MATAHARI ( ELM )
ASENSIA
REKTA ( A’ ) DAN DEKLINASI MATAHARI ( U )
Dengan
jalan jumlah hari 24 November 2003 dikurangi jumlah hari ( tgl. 31
Desember 1984 = 724643 Rumus ) ditambah perkiraan saat maghrib WIB menjadi GMT
:
731545
– 724643 + ( 11 / 24 ) = J
J
= 6902.458333
Kita
masukkan ke rumus
C =
279.5751 + J x 0.985647 = 7082.962449
G =
356.967 + J x . 985600 = 7160.029933
|
Asensiarecta
( A’ ) = tan –1 ( .
917451381 tan N )
|
Deklinasi (
U ) =
sin–1 (
.397847914 sin N )
=
-20.50773584
= -20º 30º
27.85º
Catatan :
( A’ ) =
Asensia Recta
( U ) =
Deklinasi Matahari
( 11/24) = 11 perkiraan terbenam matahari GMT
24
pembagi dalam sehari semalam 24 jam.
( A’ )
Jika ditambah 180º hasilnya hampir sama di Ephymeris.
III. SAAT TERBENAM MATAHARI ( X )
Yaitu
saat terbenam matahari pada tanggal terjadinya ijtima’, ( pada kitab Nurul
Anwar dan kitab-kitab hisab lainnya ) jika terjadi ijtima’ setelah ghurub maka
tanggal atau hari berikutnya yang dihisab, dengan tujuan hasil akhir ( IRTIFA’
} akan di atas ufuk atau bernilai Plus, namun dalam kitab ini disesuaikan
dengan tanggal saat terjadinya ijtima’ dengan tujuan jika hasilnya Plus ( + )
maka hilal di atas ufuk Hakiki dan jika hasilnya sebaliknya ( - ) maka hilal
masih berada di bawah ufuk.
Langkah selanjutnya menentukan ketinggian Matahari waktu
terbenam dengan rumus :
A. Tinggi Matahari ( C’ )
|
( C’ ) = 0º
- Semi diameter – Revracsi – Dip.
|
Semi diameter = 0º 16’ ( rata-rata Semi diameter matahari )
Revracsi =
0º 34.5’
Dip = 0.0293 √ K
( Ketinggian )
K ( Ketinggian tempat =
sebagai contoh 5 m )
|
-0º 54’ 25.86’’
5
B. Sudut Waktu Matahari ( Q )
|
( Q ) = Cos –1 ( -tan P x tan U +
sin C’ / Cos P / Cos U )
|
Markaz
Pantai Serang Blitar
P = -8º 19’ 52.86’’ U = -20º 30’ 27.85’’
V = 112º 13’ 23.2’’ C’ = -0º 54’ 25.86’’
E = 0º 13’ 25’’ ( lihat jadwal perata waktu )
|
94º 7’ 14.89’’
C. Terbenam Matahari ( X )
( X )
= ( Q / 15 + ( 105 – V
) / 15 + 12 - E
17º 34’ 10.44’’
|
Catatan :
105 adalah tolok ukur waktu Indonesia bagian
barat, jika ingin merubah WIT atau WITENG maka harus ditambah menjadi 120 untuk
WITENG atau 135 untuk WIT.
IV. AZIMUT
MATAHARI
Cara menghisab Azimut
Matahari dengan rumus :
|
A = tan –1 ( -sin P / tan Q +
Cos P x tan U / sin Q )
|
Lintang
tempat ( P ) = -8º 19’ 52.86’’
Deklinasi
( U ) = -20º 30’ 27.85’’
Sudut Waktu ( Q ) = 94º 7’ 14.89’’
|
-20º 52’ 52.82’’
V. APPARENT LONGITUDE
BULAN ( ALB ) / APPRRENT LATITUDE BULAN ( ALA ) ASENSIAREKTA BULAN ( R ) DAN
DEKLINASI BULAN ( Z )
Sebelum menghisab Asensiarecta bulan terlebih dahulu jumlah
hari pada bab mencari Asensiarecta matahari dikurangi perkiraan Maghrib
ditambah waktu maghrib GMT. Menjadi:
|
j’ = 6902.458333
- 0.458333333 + 10.56956847 6902.440 390
|
G’ = 18.25 + 13.17640 x j ’ 90967.56555
|
6
|
|
F = 323.05 +
13.22935 x j ’ 91637.84977
|
|
-1º 35’ 56.82’’
|
1. Asensia Rekta Bulan ( R )
|
66º 27’ 11.39’’
2. Deklinasi Bulan ( Z )
|
-23º 17’ 57.7’’
VI. SUDUT WAKTU BULAN ( T )
Dengan
memakai rumus :
|
T = A’
- R + Q
|
A’ = Asensia
recta Matahari
R = Asensia rekta Bulan
Q = Sudut waktu Matahari
Hisab
:
T
= 59º 36’ 13.26’’ - 66º 27’ 11.39’’ + 94º 7’ 14.89’’
87º 16’ 16.77’’
|
VII. IRTIFA’UL
HILAL HAKIKI ( H )
Rumus
:
|
H = sin –1 ( sin P sin Z
+ Cos P Cos Z
Cos T )
|
P = -8º 19’ 52.86’’
Z = -23º 17’ 57.7’’
T = 87º 16’ 16.77’’
|
5º 46’ 20.17’’
7
VIII. IRTIFA’UL HILAL MAR’I ( M )
Dengan
memakai Rumus di bawah ini, maka Revracsi, semi diameter, Horisontal pandang
dan kerendahan Ufuk sudah terkoreksi dengan sendirinya.
Rumus
:
|
M = H
– (( 0º 16’ /
. 2725 ) Cos H ) + 0º 16’
M’ = M + ( . 0167 / tan ( M + 7. 31 / ( M + 4.4
))) + . 0293 √ K
|
Hisab
|
5º 3’ 55.09’’
M’ = 5º 3’ 55.09’’+ ( . 0167 / tan ( 5º 3’ 55.09’’+ 7. 31/ ( 5º 3’ 55.09’’ + 4.4 ))) + . 0293 √ 5
|
IX. AZIMUT BULAN ( L )
Untuk
menghisab Azimut bulan dipakai rumus sebagai berikut :
|
L = tan –1 ( -sin P / tan T +
Cos P tan Z / sin T
)
|
P = -8º 19’ 52.86’’
T = 87º 16’ 16.77’’
Z = -23º 17’ 57.7’’
|
-22º
46’ 1.91’’
X. LAMA HILAL ( S )
Lama hilal di atas
ufuk atau disebut juga Muktsul hilal memakai Rumus :
|
S = M’ / 15 atau tinggi hilal mar’I / 15
|
Hisab
:
S
= 5º 17’ 38.99’’ / 15
0º 21’ 10.6’’
|
XI. JARAK
MATAHARI DAN BULAN ( R )
Rumus :
|
R = L
- A atau
Azimut Bulan – Azimut Matahari
|
8
Hisab
:
R
= -22º 46’ 1.91’’ - 20º 52’ 52.86’’
-1º 53’ 9.09’’
|
Catatan : Jika nilai R
plus ( + ) maka letak hilal di utara matahari dan kalau nilai R minus (
- ), maka hilal berada di selatan matahari.
XII. ARAH RUKYAT ( N )
Rumus :
|
N = 270
+ L atau
270 + Azimut Bulan
|
Hisab
:
N
= 270 + (-)
22º 46’ 1.91’’
247º 13’ 58’’
|
Arah
Rukyat dihitung dari titik utara mengikuti jarum jam sampai azimut bulan
XIII. NURUL
HILAL ( D )
|
D
= √ ( Abs
( A – L )2 + H2 ) / 15 x 2,5
1.012087449
1
cm Catatan
: 2,5 cm = 1
inci =
1 jari = 1 usbu’
XIV. KESIMPULAN
a.
Ijtima’ awal Syawal 1424 H. terjadi pada hari : Senin Wage Tgl. 24 November 2003.
Pukul
: 06.00
b.
Terbenamnya matahari pada pukul : 17 ; 34 ; 10.44
c.
Ketinggian Hilal hakiki : 5º 46’ 20.17’’
d.
Ketinggian Hilal Mar’i : 5º 17’ 38.99’’
e. Muktsul Hilal / lamanya : 21 menit
10.6 detik
f. Azimut Matahari : -20º 52’ 52.82’’
g. Azimut Bulan : -22º 46’ 1.91’’
h. Jarak Hilal dan Matahari : -1º 53’ 9.09’’
i. Arah rukyat : 247º 13’ 58’’
j. Nurul Hilal / besarnya : 1 cm
Jadi Awal Syawal 1424 H. bertepatan dengan
tanggal 25 November 2003 M.
9
PROGRAM LIBRARY
AS-SYAHRU
|
PROGRAM AWAL BULAN
A. SISTIM AS-SYAHRU
CALCULATOR FX
4500
|
MODE
|
|
EXP
|
F1 AS-SYAHRU
L 1 J = ( I
– 30 + int (( 275 B ) / 9 – int (( B + 9 ) / 12 ) ( 1 + int (( Y – 4 int ( Y /
4 ) + 2 )
/ 3 )) + int (( Y – 1 ) x 365.25 )) + ( 11 / 24 ) – 724656 :
L 2 C
= 279.5751 + j x . 985647 : G =
356.967 + j x .
985600 :
N = C + 1.916294 sin G + . 020028 sin 2 G + . 000290 sin 3 G : A = tan –1
( .
917451381 tan N ) : U = sin–1 ( . 397847914 sin N ) :
L 3 C = 0º
- 0º 16’ - 0º
34.5’ -
. 0293 √ K : Q = Cos–1 ( - tan P tan U + Sin C / Cos P /
Cos U ) : X = ( Q /
15 ) + ( 105 – V ) / 15 + 12 – E: j = j – ( 11 / 24 ) + (
X - 7 ) / 24 :
L 4 G = 18.25 + 13.17640 j : N = 185.33
+ 13.06499 j : W = 356.93 + . 9850
j : F = 323.05 + 13.22935 j : O = 98.64
+ 12.19075 j :
L 5 C = 5.13 sin F + . 28 sin ( N + F ) - . 28 sin ( F – N ) - . 17 sin ( F – 2 ڤ ): L = G + 6.29
sin N – ( 1.27 sin ( N –
2 ڤ )) + . 66 sin 2 ڤ + . 21
sin 2 N - . 19 sin W
- . 11 sin 2 F :
L
6 R
= tan –1 (( sin L x .
917451381 - tan C x . 397847914 ) / Cos L ) : Z =
sin–1 ( sin C x .
917451381 + Cos C x .
397847914 sin L ) :
10
L
7 T
= A - R +
Q : H = sin–1 ( sin
P sin Z + Cos P Cos Z
Cos T ) : L = tan–1
( -sin P / tan T + Cos P tan Z
/ sin T ) : A = tan–1 ( -sin
P / tan Q + Cos P tan
U / sin Q ) :
L 8 M = H – (( 0º 16’ / . 2725
) Cos H ) + 0º 16’ :
M = M + ( . 0167 / tan ( M
+ 7.31 / ( M + 4.4 ))) + . 0293 √ K : S = M /
15 :
R = L – A : N = 270 + L :
D = √ ( Abs ( A
– L ) 2 + H2 ) / 15 x 2.5 :
L 9 X
“UZAL MAGRIB” = X y Q ”TO” = Q
y T “TC“ = T y U “DO” = U
y Z “DC“ = Z
y A “ZO“ = A
y L “ZC“ =
L y H ”
SYAHRUNA ” = H y M “ MAR’I
“ = M y S “MUKUST” =
S y R “JARAK”
= R y N “ARAH” = N y D y
KETERANGAN :
I = Tanggal Y = Tahun P = LT
B = Bulan K = Ketinggian tempat V = BT
E = Perata waktu
UZAL MAGRIB = Magrib
TO = Sudut waktu Matahari
TC = Sudut waktu Bulan
DO = Deklinasi Matahari
DC = Deklinasi Bulan
ZO = Azimut Matahari
ZC = Azimut Bulan
SYAHRUNA = Tinggi Hilal Hakiki
MAR’I = Tinggi Hilal Mar’i
MUKUST = Lama Hilal di atas ufuq
JARAK = Jarak Matahari dari Bulan
ARAH = Arah Rukyat
D = Nurul Hilal
dalam cm.
11
PROGRAM KALCULATOR CASIO FX 4500
F1 AS-SYAHRU
L
1 J
= ( I – 30 + int (( 275 B ) / 9 –
int (( B + 9 ) / 12 ) ( 1 + int (( Y – 4 int ( Y / 4 ) + 2 )
/
3 )) + int (( Y – 1 ) x 365.25 )) + (( D – 7 ) / 24 ) – 724656 : N = J + 724642.5417 : H = Frac ( N / 7 ) x 7y S = Frac ( N /
5 ) x 5 y
L
2 C = 279.5751
+ . 985647 J :
G = 356.967 +
. 9856 J : N = C + 1.916294 sin G + .
020028 sin 2 G + . 00029 sin 3 G : A = tan –1 ( . 917451381 tan N ) : U = sin–1 ( . 397847914 sin N ) :
L 3 C
= -0º 50.5º
- . 0293 √ K : Q = Cos–1 ( - tan P tan U + Sin C / Cos P / Cos U ) : X = ( 105 – V ) / 15: F = 12 – E : X = ( Q / 15 ) + N + F y J = J - ( 11 / 24 ) + ( X - 7 ) / 24 : U y Z = F + N y
L
4 G = 18.25
+ 13.17640 J : N = 185.33 + 13.06499 J : W = 356.93 + . 9856 J : F = 323.05 + 13.22935 J : O = 98.64 + 12.19075 J :
L
5 C = 5.13
sin F + . 28 sin ( N + F ) - . 28 sin ( F – N ) - . 17 sin ( F – 2 O ): L = G + 6.29 sin N - ( 1.27
sin ( N - 2 O )) + . 66 sin 2 O + . 21 sin
2 N -
. 19 sin W - . 11 sin
2 F :
L
6 R
= tan –1 (( sin L x .
917451381 - tan C x . 397847914 )
/ Cos L : Z
= sin–1 ( sin C x .
917451381 + Cos C x .
397847914 ) sin L :
L
7 T
= A - R +
Q y A
= tan–1 ( -sin P / tan Q + Cos P tan U
/ sin Q y
L
= tan–1 ( -sin P /
tan T + Cos P tan Z / sin T
y H = sin–1 ( sin
P sin Z + Cos P Cos Z
Cos T :
L 8 M
= H - (( 0º 16’ / . 2725 ) Cos H ) + 0º
16’ : M = M + ( . 0167 / tan ( M
+ 7.31 / ( M + 4.4 ))) + . 0293 √ K
y S = M / 15 y N = √ ( Abs ( A - L ) 2 + H2
) / 15 x 3.2 y
F2 AMI ( Asar
Maghrib Isya’ )
L
1 Lbl 0
: H = tan–1 ( 1 / ( tan Abs ( P - U )
+ 1 :
L
2 Lbl 1
: { H }
L 3 T = Cos
–1 ( -tan
P tan U + sin H / Cos P /
cos U : W = F + T / 15 + N y Goto 1
F3 STD ( Subuh
Tulu’ Duha )
L
1 Lbl 0
: { H } : T = Cos –1 ( -tan P tan U + sin H / Cos P / cos U :
L
2 W = F - T / 15 + N y Goto 0
F4 KIBLAT ( Arah
Kiblat dan bayang-bayang Kiblat )
L
1 O = tan –1 ( 1 / ( cos P tan 21º 25º / sin ( V - 39º 50º ) -
sin P / tan ( V - 39º 50º ))) y
L
2 S = tan–1 ( 1 / sin P tan
O : O = ( S + cos–1 (( tan ( 90 - U
)) –1 tan ( 90 - P
) cos S )) / 15 + Z y
F5 WIB (
Mencocokkan Jam dan Mata Angin )
L 1 H = tan
–1 ( 1 / M ) : T = Cos –1 ( -tan
P tan U + sin H / Cos P /
cos U : W = F + ( T / 15 ) + N y A = tan –1 ( - sin P / tan T + cos
P tan U / sin T y
T = R cos A y S = R sin A y
Jika pagi hari tanda diganti minus ( - )
K E T E R A N G A N
F 1 Untuk
mengetahui nama hari, pasaran, dan data awal bulan As-Syahru.
F 2 Untuk
mengetahui waktu Asar, Maghrib, dan Isya’ ( AMI )
F 3 Untuk
mengetahui waktu Subuh, Tulu’, dan Duha ( STD )
F 4 Untuk
mengetahui arah kiblat dan baying-bayang kiblat.
F 5 Untuk
mencocokkan jam WIB dan untuk mengetahui arah mata angin.
F 1
|
Data Masuk
|
Data Keluar
|
|||||||
|
I
|
=
|
Tanggal
|
H
|
=
|
Nama hari
|
H
|
=
|
Tinggi hilal
|
|
B
|
=
|
Bulan
|
S
|
=
|
Nama pasaran
|
M
|
=
|
Mar’I
|
|
Y
|
=
|
Tahun
|
X
|
=
|
Ghurub
|
S
|
=
|
Lama hilal
|
|
D
|
=
|
Jam
|
U
|
=
|
Deklinasi M
|
N
|
=
|
Nurul hilal
|
|
K
|
=
|
Tinggi tempat
|
Z
|
=
|
Zuhur
|
|
|
|
|
P
|
=
|
Lintang tempat
|
Z
|
=
|
Deklinasi B
|
|
|
|
|
V
|
=
|
Bujur tempat
|
A
|
=
|
Azimut M
|
|
|
|
|
E
|
=
|
Perata
|
L
|
=
|
Azimut B
|
|
|
|
Karena data-data F1 s.d.
F5 saling berkaitan, maka :
Untuk
menggunakan fasilitas program F1 cukup mengisi data F1 dan tekan terus sampai
selesai.
Untuk menggunakan fasilitas program F2 s.d. F5 langkah awal yang harus
dilakukan adalah menekan / mengisi data F1 sampai dengan keluarnya huruf Z
pertama / tanda waktu zuhur, dan jangan sampai melewati Z ke 2, baru kemudian menekan program F berapa yang
diinginkan ( antara pilihan F2, F3, F4, F5 ).
Apabila pengeluaran data F1 terlanjur sampai Z ke 2 dan seterusnya,
maka harus diulangi lagi dan dihentikan pada Z pertama.
F2 = F3
|
Data Masuk
|
Data Keluar
|
||||
|
P
|
=
|
Lintang tempat
|
W
|
=
|
Waktu sholat yang dicari
|
|
U
|
=
|
Deklinasi M
|
|
|
|
|
H
|
=
|
Tinggi M awal Asar
|
|
|
|
|
F
|
=
|
12 – E
|
|
|
|
|
N
|
=
|
KWD
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Ø
Jika ingin mencari waktu sholat selain sholat Asar, tinggal mengganti
data H (H?) pada kalculator. ( Isa’ –18
Subuh –20 Duha 4.5 Tulu’ –1 )
Ø
Untuk waktu Asar ( pada F2 ) dan waktu Zhuhur serta Maghrib ( pada F1
). Data tersaji secara otomatis ( tanpa penambahan atau pengurangan ).
F4
|
Data Masuk
|
Data Keluar
|
||||
|
P
|
=
|
Lintang tempat
|
O
|
=
|
Arah kiblat
|
|
V
|
=
|
Bujur tempat
|
O
|
=
|
Bayang-bayang kiblat
|
|
U
|
=
|
Deklinasi M
|
|
|
|
|
Z
|
=
|
Zhuhur
|
|
|
|
F5
|
Data Masuk
|
Data Keluar
|
||||
|
M
|
=
|
Panjang bayang-bayang
|
W
|
=
|
Waktu yang dicari
|
|
F
|
=
|
12 – E
|
A
|
=
|
Azimut matahari
|
|
P
|
=
|
Lintang tempat
|
R
|
=
|
Panjang garis
|
|
U
|
=
|
Deklinasi
|
T
|
=
|
Arah Timur / Barat
|
|
N
|
=
|
KWD
|
S
|
=
|
Utara / Selatan
|
Demikianlah PROGRAM CALCULATOR untuk jadwal tidak kami upload, Bila anda berminat jadwal lengkap silahkan hubungi kami di 081235493799 atau
email kami [ makmarkadafi1@yahoo.com
] dengan mengganti penulisan IDR/Rp 50ribu, maka akan kami emailkan
pada email saudara dalam bentuk Rar, Terusterang kami menyadari
masih banyak kekurangannya, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca, dan
terlebih lagi bagi penulis dan keluarga, kritik dan sarannya kami harapkan
yang bersifat mendukung. Demikian dari kami, jikalau ada kesalahan dalam kami
menulis, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya.

