Hisab As Syahru



بسم الله الرحمن الرحيم


Segala puji bagi Alloh yang telah memberikan kepada kita berupa Keimanan dan keislaman serta Sholawat dan salam semoga terlimpah atas junjungan dan panutan kita Nabi Muhammad SAW., juga atas keluarga dan segenap pengikut setianya sampai hari akhir nanti.
Buku ini merupakan jilid pertama dari Kitab Hisab “AS-SYAHRU” yang memuat tentang sistim perhitungan Awal Bulan Qomariyah adapun keterangan lebih lanjut tentang kitab ini kami tulis pada lembar risalah kitab halaman berikut..
Awal bulan Qomariyah adalah hal yang sangat penting untuk diketahui oleh umat Islam, karena kegiatan ibadah umat Islam banyak yang keabsahannya dibatasi oleh tanggal dan bulan Qomariyah seperti : Puasa, zakat, Hari Raya, dan hari-hari besar lainnya, yang kesemuanya hanya diketahui waktunya setelah mengetahui tanggal dan bulannya, dan penghitungan tanggal tak dapat dilakukan tanpa mengetahui awalnya. Oleh karenanya penentuan awal bulan mutlak diperlukan.
Penentuan awal bulan menurut Hisab hasilnya sangat berfariasi, hal ini tergantung pada sistim dan penggunaan data-data yang dipakai. Dari berbagai sistim yang dipakai oleh ahli Hisab, sistim yang menggunakan kaedah-kaedah Spherical Trigonometri lah yang tidak diragukan lagi kebenarannya, seperti : Ephymeris, Nautika, Newcomb dan lain-lain, namun sistim ini juga mempunyai kelemahan yaitu datanya sulit diperoleh dan juga masih tergantung pada data-data yang dibuat oleh negara-negara non Muslim, sehingga sedikit banyak masih ada yang meragukan tentang kebenaran data-data tersebut.
Sedangkan kitab-kitab hisab sistim Haqiqi Bit-tahqiq  yang sudah lama digunakan, walaupun sudah memakai sistim Spherical Trigonometri  namun pengerjaannya masih memakai data-data yang njlimet dan relatif lebih lama.
Berawal dari hal di atas kami berusaha keras untuk menggabungkan rumus-rumus yang bisa dipakai tanpa ketergantungan pada data-data yang sulit dicari, namun hasilnya bisa dipertanggungjawabkan dan atas pertolongan Alloh SWT. kami berhasil menggabungkan rumus-rumus hisab, sehingga jika menggunakan sistim ini hasilnya sebanding dengan sistim Ephymeris atau Nautika, bahkan dengan menggunakan Program Calculator, pengerjaan sistim ini bisa selesai dalam waktu 1 menit.
Dengan telah selesainya penyusunan buku ini, kami mengharap kepada segenap pembaca untuk memberikan saran dan kritik demi lebih sempurnanya buku ini dan yang terpenting kami memohon kepada Alloh semoga buku ini bermanfaat, sehingga pertolongan, hidayah dan ridlo-Nya terlimpah pada kita semua.

Blitar, 5 Desember 2002
            1 Syawal 1423 H.
           



( M. UZAL SYAHRUNA )


1







 























































2
HISAB AWAL BULAN HIJRIYAH

I.     KONVERSI

1.    Terlebih dahulu tanggal, bulan dan tahun masehi dijadikan bilangan hari semua dengan berdasarkan system ( konsep ) matematik.
a.    Bulan dan tahun masehi masing-masing dikurangi satu, misalnya tanggal                24 November 2003  diubah menjadi 24 bulan Oktober 2002 M. ( tanggal tetap )
b.    Tahun yang sudah diubah dibagi 4 , hasilnya yang di depan koma dikalikan 1461 dan jika terdapat sisa di belakang koma, bilangan itu dikalikan 4 lalu dikalikan lagi 365 hari.
c.    Bilangan bulan dan tanggal dijadikan bilangan hari sesuai dengan umur bulan masehi.
2.    Jumlah hari dikurangi anggaran Gregorius 13 hari ( berlangsung sampai tahun 2099 ). Bilangan 13 ini berasal dari 10 hari akibat pembaharuan sistim Gregorius sedangkan yang 3 hari ialah abad 17, 18, dan 19 yang dalam perhitungan dianggap sebagai tahun panjang padahal semestinya tahun pendek.

PERSAMAAN ISTILAH HARI DAN PASARAN
DALAM MEMBACA HASIL PERHITUNGAN
H A R I
PASARAN
S i s a
A r t i
S i s a
A r t i
1
SABTU
1
KLIWON
2
AHAD
2
LEGI
3
SENIN
3
PAING
4
SELASA
4
PON
5
RABU
5 / 0
WAGE
6
KAMIS


7 / 0
JUMAT



RUMUS USIA BULAN DALAM SATU TAHUN MASEHI
Nama Bulan
JAN
FEB
MAR
APR
MEI
JUN
JUL
AGT
SEP
OKT
NOP
DES
Bulan Ke
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Usia Bulan
31
28/29
31
30
31
30
31
31
30
31
30
31
Kabisat  
31
60
91
121
152
182
213
244
274
305
335
366
Basitoh  
31
59
90
120
151
181
212
243
273
304
334
365

Keterangan :
Angka-angka tersebut di atas adalah bilangan hari.
  Kabisat  =  tahun yang berumur panjang.       Basitoh  =  tahun yang berumur pendek.

3
Contoh  :
Bertepatan Hari dan Pasaran apakah tanggal 24 November 2003 ?

Uraian :
Tanggal 24 November 2003  bila diuraikan =  2002 tahun  +  10 bulan  +  24 hari
Langkah Penghitungan :
            1.   2002  :  4   =   500,5           =    500  daur
                                               0,5 x 4    =         2  tahun
            2.   500 daur  x  1461                    =       730500     hari
2  tahun  x  365                       =              730    hari
10 bulan ( lihat usia bulan )  =             304    hari
24 hari                                       =                24     hari
                                                   =       731558     hari
Anggaran gregorius               =                13 -  hari
Jumlah hari 24 Nov. 2003     =       731545     hari
3.   Mencari nama hari :    Jumlah hari 24 Nov. 2003  :  7  =  Sisa
      731545  :  7   =  104506,4286  ( yang diambil angka di belakang koma saja )
      0,4286  x  7    =  3,0002                Sisa  =  3   =  SENIN
4.      Mencari nama Pasaran  :    Jumlah hari 24 Nov. 2003  :  5  =  Sisa
      731545  :  5      =  146309, __  ( bila tidak ada angka di belakang koma, berarti 0 )
                  Sisa  =  0  =  WAGE

Kesimpulan :   tanggal 24 November 2003  jatuh pada hari  SENIN  WAGE

Bila menggunakan “PROGRAM KALKULATOR” ikuti langkah berikut  :
1.   Gunakan Calculator FX 4500 atau yang sejenisnya
2.   Masukkan Rumus di bawah ini ke File
J = ( I - 30 + int (( 275 B ) / 9 - int (( B + 9 ) / 12 ) ( I + int
(( Y - 4 int  ( Y / 4 ) + 2 ) / 3 )) + int (( Y - 1 ) x 365.25 )) - 13 :
H = Frac ( J / 7 ) x 7 y    P = Frac ( J / 5 ) x 5  y

3.   Kunci :     I     =    Tanggal
B   =    Bulan
Y   =    Tahun
H   =    Hari
P   =    Pasaran
4.   Dengan memasukkan data tanggal, bulan, dan tahun yang kita cari, maka akan dike-tahui hari dan pasarannya.
                              Adapun cara memasukkan rumus ke kalkulator akan dibahas dalam keterangan lebih lanjut
4
II.  ECLIPTIC LONGITUDA MATAHARI ( ELM )
ASENSIA REKTA ( A’ ) DAN DEKLINASI MATAHARI ( U )

Dengan jalan jumlah hari 24 November 2003 dikurangi jumlah hari ( tgl. 31 Desember 1984 = 724643 Rumus ) ditambah perkiraan saat maghrib WIB menjadi GMT :
731545 – 724643 + ( 11 / 24 ) = J
J = 6902.458333
Kita masukkan ke rumus
C = 279.5751 + J  x 0.985647 = 7082.962449
G = 356.967 + J  x  . 985600 = 7160.029933
EXE

SHIF

º ‘ “

 
ELM         N = C + 1.916294 sin G + . 020028 sin 2 G + . 000 290 sin 3 G  = 7081.711474
Asensiarecta    ( A’ ) = tan –1 ( . 917451381 tan N )
EXE

SHIF

º ‘ “

 
                           ( A’ ) = 59.60368428  = 59º  36º  13.26º
Deklinasi          ( U )  =  sin–1  ( .397847914  sin N )
                                    =    -20.50773584
                                    =    -20º  30º  27.85º
Catatan :
( A’ )          =    Asensia Recta
( U )           =    Deklinasi Matahari
( 11/24)     =    11 perkiraan terbenam matahari GMT
                        24 pembagi dalam sehari semalam 24 jam.
( A’ )  Jika ditambah 180º hasilnya hampir sama di Ephymeris.

III.   SAAT TERBENAM MATAHARI ( X  )

Yaitu saat terbenam matahari pada tanggal terjadinya ijtima’, ( pada kitab Nurul Anwar dan kitab-kitab hisab lainnya ) jika terjadi ijtima’ setelah ghurub maka tanggal atau hari berikutnya yang dihisab, dengan tujuan hasil akhir ( IRTIFA’ } akan di atas ufuk atau bernilai Plus, namun dalam kitab ini disesuaikan dengan tanggal saat terjadinya ijtima’ dengan tujuan jika hasilnya Plus ( + ) maka hilal di atas ufuk Hakiki dan jika hasilnya sebaliknya ( - ) maka hilal masih berada di bawah ufuk.
Langkah selanjutnya menentukan ketinggian Matahari waktu terbenam dengan rumus :
A.  Tinggi Matahari ( C’ )
( C’ )  =  0º - Semi diameter – Revracsi – Dip.

Semi diameter    =  0º  16’ ( rata-rata Semi diameter matahari )
Revracsi              =  0º  34.5
Dip                        =  0.0293 K     ( Ketinggian )
K  ( Ketinggian tempat  =  sebagai contoh 5 m )
EXE

SHIF

º ‘ “

 
Tinggi Matahari ( C’ )   =  0º  - 0º 16’ - 0º 34.5’ -  . 0293 5 m   
 -0º 5425.86’’
5
B.  Sudut Waktu Matahari ( Q )
( Q )  =  Cos –1 ( -tan P x tan U  +  sin C’ / Cos P / Cos U )
Markaz Pantai Serang Blitar
P   =    -8º 1952.86’’            U   =    -20º 3027.85’’
V   =    112º 1323.2’’           C’  =    -0º 5425.86’’
E   =    0º 1325’’   ( lihat jadwal perata waktu )
EXE

SHIF

º ‘ “

 
Hisab    Q  = Cos –1 ( -tan -8º 1952.86’’  tan -20º 3027.85’’  +  sin -0º 5425.86’’ / Cos -8º 1952.86’’ / Cos -20º 3027.85’’ )
                              94º  7  14.89’’
C.  Terbenam Matahari ( X )
EXE

SHIF

º ‘ “





 ( X )  =  ( Q / 15  + ( 105 – V  ) / 15 + 12  - E 
                17º 3410.44’’
      Catatan :
      105  adalah tolok ukur waktu Indonesia bagian barat, jika ingin merubah WIT atau WITENG maka harus ditambah menjadi 120 untuk WITENG atau 135 untuk WIT.

IV.   AZIMUT MATAHARI
Cara menghisab Azimut Matahari dengan rumus :

A  =  tan –1 ( -sin P / tan Q  +  Cos P  x  tan U / sin Q )

Lintang tempat  ( P )   =  -8º 1952.86’’
Deklinasi  ( U )             =  -20º 3027.85’’
Sudut Waktu ( Q )       =  94º  7  14.89’’
EXE

SHIF

º ‘ “

 
Hisab    A  =  tan –1 ( -sin -8º 1952.86’’ / tan 94º  7  14.89’’  +  Cos -8º 1952.86’’ x  tan -20º 3027.85’’ / sin 94º  7  14.89’’ )
                              -20º  52  52.82’’

V.  APPARENT LONGITUDE BULAN ( ALB ) / APPRRENT LATITUDE BULAN ( ALA ) ASENSIAREKTA BULAN ( R ) DAN DEKLINASI BULAN ( Z )

Sebelum menghisab Asensiarecta bulan terlebih dahulu jumlah hari pada bab mencari Asensiarecta matahari dikurangi perkiraan Maghrib ditambah waktu maghrib GMT. Menjadi:
EXE
 
j’    =    j  -  ( 11 / 24 )  +  ( X  - 7 )
j’    =    6902.458333  - 0.458333333  +  10.56956847                    6902.440 390
EXE
 
Jumlah hari ( J’ ) yang baru ini dimasukkan ke dalam rumus ini
G’ =    18.25     +    13.17640    x  j ’                   90967.56555
EXE
 
N’ =    185.33   +    13.06499    x  j ’                   90365.64467
6


EXE
 
 
EXE
 
W =    356.93   +    . 98560        x  j ’                    7159.975248
F    =    323.05   +    13.22935    x  j ’                    91637.84977
EXE
 
O   =    98.64     +    12.19075    x  j ’                    84244.56518
EXE

SHIF

º ‘ “

 
ALA         C’ =   5.13 sin F  +  . 28  sin  ( N + F )  -  . 28 sin  ( F – N ) - . 17 sin ( F – 2 O )
                                                                                -1º  35  56.82’’
EXE
 
ALB         L   =   G + 6.29 sin N – ( 1.27 sin ( N  -  2 O )) +  . 66 sin  2 O +  . 21 sin  2 N -         . 19 sin W  -  . 11 sin  2 F                     90968.46542

1.   Asensia Rekta Bulan ( R )
EXE

SHIF

º ‘ “

 
R  =  tan –1 (( sin L  x  . 917451381 -  tan C’  x  . 397847914 ) / Cos L  )
                                                                   66º  27  11.39’’

2.   Deklinasi Bulan ( Z )
EXE

SHIF

º ‘ “

 
Z   =  sin –1  ( sin C’  x  . 91745138  +  Cos C  x  . 397847914  sin L  )
                                                                   -23º  17  57.7’’

VI.   SUDUT WAKTU BULAN ( T )

Dengan memakai rumus :
T  =  A’  -  R  +  Q
A’ =    Asensia recta Matahari
R  =    Asensia rekta Bulan
Q   =    Sudut waktu Matahari
Hisab :
EXE

SHIF

º ‘ “





 T  =  59º 3613.26’’ - 66º 2711.39’’ + 94º  7  14.89’’
          87º  16  16.77’’


VII.   IRTIFA’UL  HILAL HAKIKI ( H )

Rumus :
H  =  sin –1 ( sin P  sin Z  +  Cos P  Cos Z  Cos T  )
P   =    -8º 1952.86’’           
Z    =    -23º 1757.7’’           
T    =    87º 1616.77’’  
EXE

SHIF

º ‘ “

 
Hisab    H  =  sin –1 ( sin -8º 1952.86’’  sin -23º 1757.7’’  +  Cos -8º 1952.86’’  Cos     -23º 1757.7’’  Cos 87º 1616.77’’ )
                              5º  46  20.17’’

7

VIII.   IRTIFA’UL HILAL MAR’I ( M )

Dengan memakai Rumus di bawah ini, maka Revracsi, semi diameter, Horisontal pandang dan kerendahan Ufuk sudah terkoreksi dengan sendirinya.
Rumus :
M  =  H – (( 0º 16’ /  . 2725 ) Cos H ) + 0º 16
M’ =  M + ( . 0167 / tan ( M + 7. 31 / ( M + 4.4 ))) + . 0293 K

Hisab  
EXE

SHIF

º ‘ “

 
 M  =  5º 4620.17’’ - (( 0º 16’ /  . 2725 ) Cos 5º 4620.17’’ ) +  16
                                                                   5º 355.09’’
M’ = 5º 355.09’’+ ( . 0167 / tan ( 5º 355.09’’+ 7. 31/ ( 5º 355.09’’ + 4.4 ))) + . 0293 5
EXE

SHIF

º ‘ “

 
                                                                5º 1738.99’’

IX.   AZIMUT BULAN ( L )
Untuk menghisab Azimut bulan dipakai rumus sebagai berikut :
L  =  tan –1 ( -sin P / tan T  +  Cos P  tan Z  / sin T  )

P   =  -8º 1952.86’’
T    =  87º 1616.77’’
Z    =  -23º  17  57.7’’
EXE

SHIF

º ‘ “

 
Hisab    L  =  tan –1 ( -sin -8º 1952.86’’ / tan 87º 1616.77’’  +  Cos -8º 1952.86’’ tan    -23º  17  57.7’’ / sin 87º 1616.77’’ )
                              -22º  46’  1.91’’

X.   LAMA HILAL ( S )

Lama hilal di atas ufuk atau disebut juga Muktsul hilal memakai Rumus :

S  =  M’ / 15 atau tinggi hilal mar’I / 15
Hisab :
EXE

SHIF

º ‘ “





 S  =  5º 1738.99’’ / 15                                                                                                            
          0º  21  10.6’’


XI.  JARAK MATAHARI DAN BULAN ( R )
Rumus :

R  =   L   -   A    atau  Azimut Bulan – Azimut Matahari
8

Hisab :
EXE

SHIF

º ‘ “





 R  =  -22º  46’  1.91’’  -   20º  52’  52.86’’
          -1º  53  9.09’’

Catatan :     Jika nilai R  plus ( + ) maka letak hilal di utara matahari dan kalau nilai R minus ( - ), maka hilal berada di selatan matahari.

XII.   ARAH RUKYAT ( N )

Rumus :

N  =   270   +   L    atau    270  +  Azimut Bulan

Hisab :
EXE

SHIF

º ‘ “





 N  =  270  + (-)  22º  46’  1.91’’
          247º  13  58’’

Arah Rukyat dihitung dari titik utara mengikuti jarum jam sampai azimut bulan

XIII.   NURUL HILAL ( D )


EXE
 
 
D =  ( Abs  ( A    L )2 + H2 ) / 15 x 2,5
        1.012087449
         1  cm                         Catatan :      2,5 cm  =  1 inci   =  1 jari  =  1 usbu’


XIV.     KESIMPULAN

a. Ijtima’ awal Syawal 1424 H. terjadi pada hari   :     Senin Wage Tgl. 24 November 2003.
                                                                                             Pukul : 06.00
b. Terbenamnya matahari pada pukul                   :     17 ; 34 ; 10.44
c. Ketinggian Hilal hakiki                                          :     5º  46’  20.17’’
d. Ketinggian Hilal Mar’i                                            :     5º  17’  38.99’’
e. Muktsul Hilal / lamanya                                         :     21 menit  10.6 detik
f. Azimut Matahari                                                      :     -20º  52’  52.82’’
g. Azimut Bulan                                                          :     -22º  46’  1.91’’
h. Jarak Hilal dan Matahari                                       :     -1º  53’  9.09’’
i. Arah rukyat                                                               :     247º  13’  58’’
j. Nurul Hilal / besarnya                                             :     1 cm
Jadi Awal Syawal 1424 H. bertepatan dengan tanggal 25 November 2003 M.



9
PROGRAM LIBRARY AS-SYAHRU

EXE
 
Sistim hisab pada kitab ini dapat menggunakan Program Kalkulator yang dinamakan PROGRAM LIBRARY, dengan cara memasukkan rumus-rumus yang ada di kitab ini ke dalam Casio Program Sheet atau ke dalam File Casio FX 4500 dan yang sejenis, dengan demikian selanjutnya kita cukup menombol             pada kalkulator dan memasukkan tanggal, bulan, tahun, ketinggian tempat, lintang tempat, bujur tempat dan perata waktu, maka akan keluar  data yang menunjukkan waktu Maghrib, sudut waktu matahari dan bulan, deklinasi matahari dan bulan, azimut matahari dan bulan, Ketinggian bulan hakiki dan mar’i,  lama hilal di atas ufuq, jarak matahari dan bulan, arah rukyat, serta nurul hilal.

PROGRAM AWAL BULAN
A.  SISTIM AS-SYAHRU
CALCULATOR  FX  4500
MODE

EXP
F1    AS-SYAHRU
L 1    J  =   ( I – 30 + int (( 275 B ) / 9 – int (( B + 9 ) / 12 ) ( 1 + int (( Y – 4 int ( Y / 4 ) + 2 )
/ 3 )) + int (( Y – 1 ) x 365.25 )) + ( 11 / 24 ) – 724656 :

L 2    C =   279.5751 + j  x . 985647 : G = 356.967 +  j  x  . 985600 : N = C + 1.916294 sin G + . 020028 sin 2 G + . 000290 sin 3 G : A = tan –1
( . 917451381 tan N ) : U = sin–1 ( . 397847914 sin N ) :
L 3    C =      -  0º 16’  -  0º 34.5’  -  . 0293 √ K : Q = Cos–1 ( - tan P tan U + Sin C / Cos P / Cos U ) : X = ( Q / 15 ) + ( 105 – V ) / 15 + 12 – E: j = j – ( 11 / 24 ) + ( X  - 7 ) / 24 :
L 4    G =   18.25 + 13.17640 j : N = 185.33 + 13.06499 j : W = 356.93 + . 9850  j : F = 323.05 + 13.22935 j : O = 98.64 + 12.19075 j : 
L 5    C =   5.13 sin F + . 28 sin ( N + F ) -  . 28 sin ( F – N ) -  . 17 sin ( F – 2 ڤ ): L = G + 6.29 sin N – ( 1.27 sin ( N – 2 ڤ )) +  . 66 sin 2 ڤ  +  . 21 sin 2 N  -  . 19 sin W  -  . 11 sin  2 F :
L 6    R  =  tan –1 (( sin L  x  . 917451381 -  tan C  x  . 397847914 ) / Cos L  ) : Z =  sin–1 ( sin C  x  . 917451381 + Cos C  x  . 397847914 sin L  ) :

10

L 7    T  =  A  - R  + Q : H = sin–1 ( sin  P  sin Z + Cos P  Cos Z  Cos T ) : L = tan–1 ( -sin  P / tan T + Cos P  tan Z  / sin T ) : A = tan–1  ( -sin  P / tan Q + Cos P  tan U  / sin Q ) :   

L 8    M =   H – (( 0º 16’ / . 2725 ) Cos H ) + 0º 16’ :
M = M + ( . 0167 / tan ( M + 7.31 / ( M + 4.4 ))) +  . 0293 √ K : S = M / 15 : R =  L – A  : N  = 270 + L : 
      D = ( Abs ( A – L ) 2  + H2  ) / 15 x 2.5 :
L 9    X  “UZAL MAGRIB” = X  y Q ”TO” = Q y T  “TC“ = T y U “DO” = U y Z  “DC“ = Z  y A   “ZO“ = A  y L “ZC“ = L  y H ” SYAHRUNA ” = H y M “ MAR’I “ = M y S “MUKUST”  = S  y R  “JARAK”  =  R y N  “ARAH” = N y D  y


KETERANGAN :
I     =    Tanggal            Y   =    Tahun                        P   = LT
B         =    Bulan          K   =    Ketinggian tempat   V   = BT
   E            =                   Perata waktu                        

   UZAL MAGRIB   =    Magrib                                   
   TO                               =          Sudut waktu Matahari
   TC                               =          Sudut waktu Bulan
   DO                        =    Deklinasi Matahari
   DC                              =          Deklinasi Bulan
   ZO                               =          Azimut Matahari
   ZC                               =          Azimut Bulan
   SYAHRUNA       =    Tinggi Hilal Hakiki
   MAR’I                         =          Tinggi Hilal Mar’i
   MUKUST                   =          Lama Hilal di atas ufuq
   JARAK                 =    Jarak Matahari dari Bulan
   ARAH                         =          Arah Rukyat
   D                                             =                                  Nurul Hilal dalam  cm.





11
PROGRAM KALCULATOR CASIO FX 4500

F1    AS-SYAHRU
L 1    J  =   ( I – 30 + int (( 275 B ) / 9 – int (( B + 9 ) / 12 ) ( 1 + int (( Y – 4 int ( Y / 4 ) + 2 )
/ 3 )) + int (( Y – 1 ) x 365.25 )) + (( D – 7 ) / 24 ) – 724656 : N = J + 724642.5417 : H = Frac ( N / 7 ) x 7y  S = Frac ( N / 5 ) x 5 y
L 2    C =   279.5751 + . 985647 J : G = 356.967 + . 9856 J : N = C + 1.916294 sin G + . 020028 sin 2 G + . 00029 sin 3 G : A = tan –1 ( . 917451381 tan N ) : U = sin–1 ( . 397847914 sin N ) :
L 3    C =    -0º 50.5º  -  . 0293 √ K : Q = Cos–1 ( - tan P tan U + Sin C / Cos P / Cos U ) : X = ( 105 – V ) / 15:  F = 12 – E :  X = ( Q / 15 ) + N + F y  J = J - ( 11 / 24 ) + ( X  - 7 ) / 24 : U y  Z = F + N y
L 4    G =   18.25 + 13.17640  J : N = 185.33 + 13.06499 J : W = 356.93 + . 9856  J : F = 323.05 + 13.22935 J : O = 98.64 + 12.19075 J :
L 5    C =   5.13 sin F + . 28 sin ( N + F ) - . 28 sin ( F – N ) - . 17 sin ( F – 2 O ): L = G + 6.29 sin N - ( 1.27 sin ( N - 2 O )) + . 66 sin 2 O  + . 21 sin 2 N  -  . 19 sin W  -  . 11 sin  2 F :
L 6    R  =  tan –1 (( sin L  x  . 917451381 -  tan C  x  . 397847914 )  / Cos L :   Z =  sin–1 ( sin C  x  . 917451381 + Cos C  x  . 397847914 ) sin L  :
L 7    T  =  A  - R  + Q y  A = tan–1  ( -sin  P / tan Q + Cos P  tan U  / sin Q  y  L = tan–1 ( -sin  P / tan T + Cos P  tan Z  / sin T  y  H = sin–1 ( sin  P  sin Z + Cos P  Cos Z  Cos T :   
L 8    M =   H - (( 0º 16’ / . 2725 ) Cos H ) + 0º 16’ : M = M + ( . 0167 / tan ( M + 7.31 /     ( M + 4.4 ))) +  . 0293 √ K  y   S = M / 15 y N = ( Abs ( A - L ) 2  + H2  ) / 15 x  3.2 y 
 
F2 AMI ( Asar Maghrib Isya’ )
L 1    Lbl 0  :   H  = tan–1 ( 1 / ( tan Abs ( P - U ) + 1 :
L 2    Lbl 1  :   { H }
L 3    T = Cos –1  (  -tan  P tan U + sin H / Cos P  / cos U :  W = F + T / 15 + N y  Goto 1

F3 STD ( Subuh Tulu’ Duha )
L 1    Lbl 0  :   { H }  :  T = Cos –1  (  -tan  P tan U + sin H / Cos P  / cos U :
L 2    W = F - T / 15 + N  y   Goto 0

F4 KIBLAT ( Arah Kiblat dan bayang-bayang Kiblat )
L 1    O = tan –1 ( 1 / ( cos  P tan 21º 25º / sin ( V - 39º 50º ) - sin P / tan ( V - 39º 50º ))) y
L 2    S = tan–1  ( 1 / sin P tan O :  O = ( S + cos–1  (( tan ( 90 - U )) –1  tan ( 90 - P )      cos S )) / 15 + Z  y

F5 WIB ( Mencocokkan Jam dan Mata Angin )
L 1    H = tan –1  ( 1 / M ) :  T = Cos –1 (  -tan  P tan U + sin H / Cos P  / cos U :  W = F + ( T / 15 ) + N y  A = tan –1 ( - sin P / tan T + cos P tan U / sin T y
T = R cos A y S = R sin A y 
Jika pagi hari tanda diganti minus ( - )

K E T E R A N G A N
F 1   Untuk mengetahui nama hari, pasaran, dan data awal bulan As-Syahru.
F 2   Untuk mengetahui waktu Asar, Maghrib, dan Isya’ ( AMI )
F 3   Untuk mengetahui waktu Subuh, Tulu’, dan Duha ( STD )
F 4   Untuk mengetahui arah kiblat dan baying-bayang kiblat.
F 5   Untuk mencocokkan jam WIB dan untuk mengetahui arah mata angin.

F 1
Data Masuk
Data Keluar
I
=
Tanggal
H
=
Nama hari
H
=
Tinggi hilal
B
=
Bulan
S
=
Nama pasaran
M
=
Mar’I
Y
=
Tahun
X
=
Ghurub
S
=
Lama hilal
D
=
Jam
U
=
Deklinasi M
N
=
Nurul hilal
K
=
Tinggi tempat
Z
=
Zuhur



P
=
Lintang tempat
Z
=
Deklinasi B



V
=
Bujur tempat
A
=
Azimut M



E
=
Perata
L
=
Azimut B




Karena data-data  F1  s.d.  F5 saling berkaitan, maka :
Untuk menggunakan fasilitas program F1 cukup mengisi data F1 dan tekan terus sampai selesai.
Untuk menggunakan fasilitas program F2 s.d. F5 langkah awal yang harus dilakukan adalah menekan / mengisi data F1 sampai dengan keluarnya huruf Z pertama / tanda waktu zuhur, dan jangan sampai melewati Z ke 2,  baru kemudian menekan program F berapa yang diinginkan ( antara pilihan F2, F3, F4, F5 ).
Apabila pengeluaran data F1 terlanjur sampai Z ke 2 dan seterusnya, maka harus diulangi lagi dan dihentikan pada Z pertama.

F2 = F3
Data Masuk
Data Keluar
P
=
Lintang tempat
W
=
Waktu sholat yang dicari
U
=
Deklinasi M



H
=
Tinggi M awal Asar



F
=
12 – E



N
=
KWD









Ø  Jika ingin mencari waktu sholat selain sholat Asar, tinggal mengganti data H (H?) pada kalculator. ( Isa’ –18    Subuh –20    Duha 4.5    Tulu’ –1 )
Ø  Untuk waktu Asar ( pada F2 ) dan waktu Zhuhur serta Maghrib ( pada F1 ). Data tersaji secara otomatis ( tanpa penambahan atau pengurangan ).

F4
Data Masuk
Data Keluar
P
=
Lintang tempat
O
=
Arah kiblat
V
=
Bujur tempat
O
=
Bayang-bayang kiblat
U
=
Deklinasi M



Z
=
Zhuhur




F5
Data Masuk
Data Keluar
M
=
Panjang bayang-bayang
W
=
Waktu yang dicari
F
=
12 – E
A
=
Azimut matahari
P
=
Lintang tempat
R
=
Panjang garis
U
=
Deklinasi
T
=
Arah Timur / Barat
N
=
KWD
S
=
Utara / Selatan


Demikianlah PROGRAM CALCULATOR untuk jadwal tidak kami upload, Bila anda berminat jadwal lengkap silahkan hubungi kami di 081235493799 atau email kami [ makmarkadafi1@yahoo.com ] dengan mengganti penulisan IDR/Rp 50ribu, maka akan kami emailkan pada email saudara dalam bentuk Rar, Terusterang kami menyadari masih banyak kekurangannya, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca, dan terlebih lagi bagi penulis dan keluarga, kritik dan sarannya kami harapkan yang bersifat mendukung. Demikian dari kami, jikalau ada kesalahan dalam kami menulis, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya.
BILA LAGI ONLINE SILAHKAN MAMPIR KE BLOG INI. TERIMAKASIH