Lafadz Niat Sholat Sunah
dhu’ha :
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ
لِلَّهِ تَعَالَى
“Ushollii sunatan dhu’hai raka’ataini mustaqbilall qiblati adaa-an lillaahi ta’aalaa”
Artinya :
“Aku berniat shalat sunnah dhu’ha dua raka’at menghadap qiblat (sebagai imam/sebagai makmum) karena Allah ta’ala.”
1. Membaca surah Al-Fatihah
2. Membaca surah Asy-Syamsu (QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup
dengan membaca Qulya (QS:109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu itu
3. Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup
dengan membaca Qulhu (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha.
4. Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam adalah
sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.
5. Menutup shalat Dhuha dengan berdoa. Inipun bukan sesuatu yang
wajib, hanya saja berdoa adalah kebiasaan yang sangat baik dan dianjurkan
sebagai tanda penghambaan kita kepada ALLAH.
Doa Sholat Dhuha:
اللَّهُمَّ
إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ
وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ .
اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي الْسَمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِيْ
الأَرْضِ فأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مَعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا
فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَجَمَالِكَ
وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
ARTINYA:
“Wahai ALLAH, bahwasanya waktu Dhuha itu waktu Dhuha-MU – dan kecantikan adalah kecantikan-MU – dan keindahan adalah keindahan-MU – dan kekuatan adalah kekuatan-MU – dan kekuasaan adalah kekuasaan-MU - dan perlindungan itu adalah perlindungan-MU.
Wahai ALLAH, jikalau rejekiku masih diatas langit, maka turunkanlah
– Dan jikalau ada didalam bumi maka keluarkanlah – dan jikalau sukar maka
mudahkanlah – dan jika haram maka sucikanlah - dan jikalau masih jauh maka
dekatkanlah
