TASAWUF



Benih-benih tasawuf sudah ada sejak dalam kehidupan nabi Muhammad SAW. Hal ini dapat dilihat dalam perilaku dan peristiwa dalam hidup, ibadah dan perilaku nabi Muhammad SAW.
Peristiwa dan Perilaku Hidup Nabi. Sebelum diangkat menjadi Rasul, berhari-hari beliau berkhalawat (mengasingkan diri) di Gua Hira, terutama pada bulan Ramadhan disana nabi banyak berzikir dan bertafakur dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian boleh dikatakan bahwa kenabian para nabi dan kerasulan para rasul merupakan pelaku yang dipilih Allah untuk menjalankan roda kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad saw. Sebab secara fisik Nabi Muhammad Saw., lahir diakhir. Oleh karena itu, secara syari’at, Nabi Muhammad diangkat menjadi nabi ketika turunnya Lima Ayat dari surat al-‘Alaq di Gua Hira.
Tasawuf, Nabi Muhammad s.a.w adalah sebaik-baik penyampai, sebaik-baik pembimbing. Baginda s.a.w berkemampuan menyampaikan menurut tahap akal dan suasana kebatinan seseorang. Ahli falsafah mampu menerima pengajaran baginda s.a.w dan ahli kerohanian juga mampu menerimanya. Mata akal dan mata hati menjadi celik apabila menerima sentuhan perkataan dan perbuatan baginda s.a.w. Para sahabat yang menerima pengajaran secara langsung daripada baginda s.a.w akan mengalami perubahan dengan  mudah. Nabi Muhammad s.a.w, mahaguru yang paling arif, pembimbing yang paling bijaksana, telah mengasuh satu kumpulan kaum Muslimin untuk memikul tugas berat membimbing umat manusia

“ KETIKA CAHAYA HATI BERTAMBAH, CAHAYA KEPALA ( AKAL ) PUN MENJADI PADAM, KETIKA CAHAYA HATI MENJADI SEMPURNA, CAHAYA KEPALA ( AKAL ) AKAN KEMBALI BERKILAU


1.      Nasihat Spiritual Syaikh Junaid al Baghdadi

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Syeikh Abul Oasim al-Junaid bin Muhammad – rahimahullah — berkata :

“Semoga Allah mengkhususkan dirimu untuk taat kepada-Nya; memberi peluang kepadamu untuk selaras dengan-Nya; menjadikanmu sebagai penghuni kewalian-Nya; memilihmu untuk mahabbah cinta-Nya; mengegaskan dirimu untuk menuju kepada-Nya; menetapkan padamu menurut ilmu kehendak-Nya; menjadikan perbuatanmu dengan ilmu yang dikehendaki-Nya; mengembalikan dirimu untuk memperhatikan pada kesimpulan pemahaman tentang Diri-Nya; menghalangi antara dirimu dengan berbagai halangan yang memenggal dan rantai yang merintang; menjadikan ucapan-ucapanmu diridhai di hadapan-Nya dan di sisi-Nya pula engkau dalam keadaan bersih; mencukupkan dirimu upah setiap yang sibuk dengan-Nya; memberi luang kepadamu untuk bakti kepada-Nya; menyenangkan dirimu dengan memasrahkan persoalan kepada-Nya; menghalangi antara dirimu dari setiap pencegah di jalan penempuhan kepada-Nya; dan menjadikan raja penolong pada setiap hasratmu yang membuatmu tidak bahagia dalam Menempuh ridha-Nya di sisi-Nya, sesungguhnya Dia adalah Pelimpah kenikmatan dan yang Mencukupi berbagai hasrat kepentingan.
  1. Al-Imam Al-Ghazali mencatatkan dalam kitab Ayyuhal Walad (Wahai Anakku) tentang ilmu tasawuf. seperti berikut:

Wahai anakku yang tercinta,
Ketahuilah bahawa 'ilmu tasawuf itu mempunyai dua unsur:
1.      Pertama: Istiqamah (tetap pendirian).
2.      Kedua: Baik kelakuan dengan makhluk.
Maka siapa yang tetap pendiriannya dan baik akhlaknya dengan manusia serta ia bergaul dengan lemah lembut, maka orang itu ialah seorang sufi.
Istiqamah bermakna bahawa ia mengorbankan segala kehendak nafsunya untuk mendapatkan keindahan peribadinya.
Manakala baik kelakuan dengan manusia pula ialah bahawa engkau tidak memaksa manusia memperturutkan kehendakmu, bahkan sebaliknya engkau paksakan dirimu untuk melayani kehendak mereka selama tidak ada di sana perkara yang menyalahi syara'.


Perkataan Sunan bonang
BANYAK ORANG YANG HANYA MEMAHAMI TENTANG MA`RIFAT SAJA PADAHAL MEREKA MASIH INSAF AKAN HAL ITU, TOH KEMA`RIFATAN AKAN ADA BILA MEREKA MEMAHAMI TATANAN DAN URUTAN YANG BENAR DARI SYARI'AT, TORIKOT, HAKIKOT, MA`RIFAT. MEREKA HARUS MEMAHAMI TANGGA DEMI TANGGA SUPAYA BENAR BENAR MAMPU MENERIMA AJARAN ISLAM YANG SESUNGGUHNYA, BUKAN BERCAMPUR DENGAN AJARAN AJARAN SESAT YANG MENYERUPAI ISLAM DAN HAMPIR HAMPIR RAYUANNYA BAGAI AGAMA ISLAM.

 

KESUFIAN


KESUFIAN AKAN MAMPU MENERIMA NUR ILAHI BILA DENGAN KESUNGGUHAN MEREKA BERSUJUD DAN MENYEMBAH ALLOH SUBHANAHUWATA`ALA KARENA DALAM KESUFIAN MEREKA DIGEMBLENG TENTANG MENSUCIKAN DIRI, MENGERTI DIRI, MEMAHAMI DIRI, DAN MEMANFAATKAN DIRI UNTUK ALLOH MAKA AKAN DIGULUNG OLEH MA’RIFAT ALLOH SUBHANAHUWATA`ALA.

Bila saudara berminat atau menghendaki hubungi kami di No HP: 081-235-493-799
1.      SMS / bila ada balasan dari kami bisa telephon
2.      Harus datang bertatap muka
3.      Ta’aruf

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)