Metode perhitungan posisi Bulan berdasarkan
gerak rata-rata Bulan mengelilingi Bumi, sehingga hasilnya merupakan perkiraan
atau mendekati kebenaran(aproksi). Hisab ini kebanyakan berdasarkan acuan data
Zeij (tabel astronomi) Ulugh Beik (1449 M) yang berdasarkan teori Geosentris
(bumi sebagai pusat tata surya). Secara ilmiah teori ini(geocentris) telah
gugur setelah Nicolas Copernicus (1473-1543 M) menemukan teori Heliosentris,
bahwa Mataharilah pusat tata surya dan bukan Bumi sebagaimana yang diyakini
sebelumnya.
Metode ini perhitungannya hanya menggunakan
penjumlahan dan pengurangan sederhana dan belum menggunakan rumus segitiga bola
(spherical trigonometry). Perhitungan tinggi hilal kedua hisab tersebut hanya
berdasarkan saat Maghrib dikurangi saat Ijtimak lalu dibagi dua tanpa
mempertimbangkan lintasan bulan dan lintang tempat sehingga ketika posisi bulan
jauh dari ekliptika tidak sesuai kenyataan di lapangan saat observasi hilal
awal bulan hijriyah.
Jika di
kaji dengan teliti Hisab Taqribi ( taqrobu = pendekatan, aproksimasi ) adalah
sistem hisab yang sudah menggunakan kaidah-kaidah astronomis dan matematik
namun masih menggunakan rumus-rumus sederhana sehingga hasilnya kurang teliti
tapi kita harus menghormati pendahulu kita sebagai pemikir. Sistem hisab ini
merupakan warisan para ilmuwan falak Islam masa lalu dan hingga sekarang masih
menjadi acuan hisab di banyak pesantren di Indonesia. hasil hisab taqribi akan
sangat mudah dikenali saat penentuan ijtimak dan tinggi hilal menjelang 1 Ramadhan,
Syawwal dan Zulhijjah yaitu terlihatnya selisih yang cukup besar terhadap
hitungan astronomis modern. Beberapa kitab falak yang berkembang di Indonesia
yang masuk dalam kategori Hisab Taqribi misalnya;
1.
Sullam al Nayyirain
2.
Al Fatku Raufil Manan
3.
Al Qawaid al Falakiyah dll
Demikian sedikit
ungkapan dalam hati kami sebagai penulis yang dapat kami paparkan dalam
penulisan dalam blog ini. Dan kami menyadari bahwa didalamnya masih
terdapat banyak kekurangan, untuk itu apabila terdapat kesalahan baik dalam
tulisan, komentar, atau referensinya yang kurang sesuai kami sangat
mengharapkan kebesaran hati para pembaca, teman-teman seperjuangan untuk
menyampaikan kritik, saran, dan komentar yang
bersifat konstruktif positif demi kesempurnaan blog ini. Semoga melalui media
ini, mudah-mudahan Allah memberikan manfaat, taufik, dan hidayahnya kepada kita
semua. Amin.
